Tak Berkategori

Surat untuk Benaya IV

Hey Ben, aku mau cerita. Beberapa waktu yang lalu untuk pertama kalinya aku menerima rapor sekolahmu. Hatiku bersukacita gak karuan. Oiya, nama kelasmu adalah Flower Class dengan wali kelas, Miss Winda dan Miss Bunga. Keduanya baik sekali sama kamu. Aku lupa kasih bingkisan waktu terima rapor sebagai tanda terima kasih. Karena waktu kamu ngompol dan main kotor-kotoran, mereka yang membantu kamu menjadi bersih kembali. Mereka wali kelas yang hebat.

Tiba waktu aku dan Mama dipanggil. Kami masuk, lalu duduk di kursi pendek. Aku capek banget duduk, ya terang aja karena saat tulisan ini ditulis, beratku 90kg, 20kg lebih berat dari aku pemberkatan pernikahan. Kedua guru kamu membuka dengan nada bicara yang ceria, lalu kami disuguhkan dengan rekap aktifitasmu selama di kelas. Ini nih bukunya,

Di buku ini terinformasikan dengan jelas bagaimana kamu di kelas Ben. Kamu suka makan, setiap hari nanya “hari ini snacknya apa, Miss? di rumah pun kamu begitu. Sebelum berangkat, kamu kerap nanya snack. Matamu selalu berbinar ketika aku atau Mama ngasih tahu camilan apa yang akan kamu santap di sekolah. Lalu, guru kamu bilang kalo kamu suka banget main di kitchen/construction corner. Kamu suka dapur, karena jelas kamu suka makan. Kalau construction sudah pasti karena paparan dari pekerjaanku.

Kamu suka ngomong, semua orang kamu sapa. Teman-teman, guru, tukang kebun, mas-mas yang bantu bersihkan sekolah, penjaga sekolah, banyak deh. Lalu guru kamu bilang kalo kamu suka menggambar, aku ditunjukin coret-coretan kamu selama bersekolah, beuh Basquiat bakal ketar-ketir liat karya kamu. Dan kamu tahu gak? kamu itu kidal Ben. Guru kamu sudah memastikan kalau kamu lebih suka menggambar pake tangan kiri. Keren deh! Aku prediksi kamu akan sehebat Rafael Nadal kalau main tenis.

Terlepas dari apapun yang guru kamu sampaikan di sekolah, aku dan Mama bangga sekali sama kamu. Bukan tentang pencapaian kamu di sekolah. Tapi ya karena kamu saja. Nothing could ever change my love for you.

Yaudah Ben, aku kerja lagi. Siang ini aku ke proyek Kalimalang, aku udah cerita ini ke kamu tadi malam kan. Nanti malam aku ceritain lagi progressnya seperti apa ya. Terima kasih Ben.

With love,
Imanuel

Tinggalkan komentar