KELUARGA

Surat untuk Benaya III

Hi Ben, hari ini aku ulang tahun yang ke 37. Maaf, aku terpaksa harus lembur di proyek ketika menulis surat ini. Bukan aku tidak mau merayakan malam pergantian usia dengan kamu dan Mama. Lebih kepada tiup lilin tengah malam bukan budaya kita. Lagi pula, pasti kamu dan Mama sudah tertidur pulas karena lelah seharian. 

Ben, aku gak tahu seberapa panjang umurku nanti, yang pasti aku gak pernah berhenti mencintaimu. Terlepas kamu kadang menjawab “gak” ketika aku tanya, “kamu sayang aku apa gak?”, cintaku ke kamu kekal selamanya. Izinkan aku menulis kembali rasa bahagiaku atas kehadiranmu di hidupku.

37 tahun bukan umur yang muda, aku menua Ben, sedang kamu terus bertumbuh besar dan semakin pintar. Aku merasa semakin dewasa berkat perjalanan hidup yang sudah dilalui bareng Mama dan berkat kamu. Kamu bikin aku belajar mencintai hal-hal yang mungkin gak dilihat atau diperhitungkan orang.

Oh iya, ketika surat ini ditulis, 2 bulan lagi kamu menginjak usia 3. Kamu sudah bersekolah. Kamu begitu ramah dengan banyak orang. Kamu gak pernah takut untuk menanyakan nama atau komunikasi dengan orang yang baru kamu temui. Aku seperti melihat diriku sendiri. Aku bersyukur sekali.

Eh tapi, don’t get me wrong, aku bersyukur bukan karena kamu lucu, pintar, atau apapun itu. Aku bersyukur karena kamu ada di hidupku. Apapun yang akan kamu lalukan nanti, aku dan Mama akan membantu mengarahkan. Dan kami akan selalu mencintaimu.

Oke Ben, aku lanjut kerja dulu. Hari ini aku harus mengawasi pekerjaan instalasi listrik di Jalarta Utara. Sampai ketemu nanti. Doakan aku agar bisa menemanimu, selalu. Amin.

With love,

Imanuel

Tinggalkan komentar