FIKSI

06. Berpizza Denganmu

Sepanjang perjalanan kembali ke Pizza Nana, motorku melaju seolah tanpa menapak aspal. Pikiranku masih tertinggal di depan pagar rumah bergaya mediterania itu, tepat di senyum Rani yang kadar manisnya bisa memicu diabetes tipe dua. Ya Tuhan, apakah ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama? Atau sekadar halusinasi pemuda kurang gizi yang otaknya belum bersih… Lanjutkan membaca 06. Berpizza Denganmu