Hai Bena, ini Papa.
Hari ini kamu berumur 1 bulan 1 hari, sebetulnya bisa saja aku sempatkan membuka laptop di hari kamu lahir untuk menulis, tetapi aku terlalu sibuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan atas kehadiranmu (dan harus jaga Mama kamu, anter Eyang-Oma-Opa, ambil go-food, gali tanah ari-ari, mantau proyek, ah banyak).
Ben, waktu pertama kali liat kamu, aku bingung, aku harus ngapain. Tetangga kita banyak yang cerita ketika anak mereka lahir, langsung diadzanin. Nah, tapi kan aku kristen. Akhirnya aku memanjatkan doa, seperti yang sering aku ucapkan ketika kamu di dalam perut Mama.
Setelah dari ruang operasi, kamu dibawa ke tempat observasi. Di sana kamu dicek sama dokter selama kurang lebih 7 jam. Kira-kira jam 6 sore kamu diantar suster ke kamar Mama. Itulah kali pertama aku melihat kamu dalam keadaan bersih. Kamu lucu sekali. Ganteng sekali. Banyak yang bilang itu menurun dari mama. Tetapi keadaan itu hanya bertahan selama 1 minggu, setelahnya kamu total mirip Papa. Semoga kamu bahagia mendengar kabar ini.
Setelah 1 minggu, ternyata bilirubin kamu tinggi sekali, kamu terpaksa harus menginap di rumah sakit dan diberikan perawatan sinar selama satu malam. Papa juga gak tahu itu sinar apa, warnanya biru, persis alat untuk mengecek uang palsu. Mata kamu ditutup, kamu boleh diangkat hanya ketika waktu minum susu. Papa dan Mama sedih sekali melihat kamu di keranjang sinar itu. Yang bikin kami haru, kamu tidak menangis. Seakan kamu bilang ke kami, “tenang Ma, Pa, Bena baik-baik saja.”
Hari ini kamu sudah gemukan lho Ben. Berat kamu 4,17 kg. Kerennn! Kamu juga pintar dan baik sekali. Sejak di dalam perut kamu gak pernah bikin repot dan susah Mama ketika dia melakukan aktifitas. Mama dari pertama hamil gak neko-neko. Bahagia terus. Gerak-gerik kamu setelah lahir juga super santai. Nangis pas lagi laper aja. Papa juga dulu sempet nangis waktu putus sebentar sama Mama kamu (maaf too much information).
Bena, Papa dan Mama janji akan kasih kamu yang terbaik. Bantu kami juga untuk menjadi orang tua yang baik ya. Dan kami akan bantu kamu menjadi anak yang seturut dengan nilai Pancasila.
Bena, terima kasih ya. Aku mencintaimu.
Love,
Yang Mulia Papa