Tak Berkategori

Tentang Mama untuk Benaya

Hai Ben, seharusnya tulisan ini aku pos di hari ulang tahun Mama, 15 Februari. Tetapi kamu tahu kan betapa belakangan aku kurang tidur, jadi baru sempat aku tulis dan terbitkan hari ini. Benaya, aku mau cerita sedikit tentang Mama, betapa kita patut bersyukur ada dia di hidup kita. Aku berharap kelak ketika kamu sudah bisa membaca, kamu dapat merasakan berkat yang sudah, sedang, dan akan selalu aku rasakan.

Dari berbagai perempuan yang sempat aku kenal, aku bisa garansi Mama kamu adalah perempuan paling unik. Contoh paling kecil, di saat orang-orang menghabiskan malamnya untuk bermain bersama teman-temannya, minum, olahraga, Mama kamu dengan santainya memilih tidur. Hal ini bukan terjadi setelah kamu lahir saja, ketika aku pacaran pun Mama kamu dan seisi keluarganya sudah masuk kamar jam 8 malam. Aneh kan?

Aku pernah diskusi sama dia, “kamu beneran happy sama hidupmu?” dan dengan lantang dia menjawab, “happy banget!”

Mama kamu selalu merasa cukup. Dia tidak pernah neko-neko. Dia tidak terlalu peduli dengan tas-tas mahal seperti perempuan lain idamkan, meskipun aku yakin bisa saja dia beli. Handphone  yang dia pakai sekarang layarnya pecah, Ben, tetapi tetap dia pakai, bukan karena pelit, hanya dia berpikir handphone itu cuma dipakai buat telepon sama Papa, mengirim teks, belanja online kebutuhan rumah, dan lihat foto atau video kamu. Dia selalu merasa cukup dengan apa yang dia miliki sekarang. Dia selalu merasa cukup punya kita, Ben.

Mama kamu hidup di dalam lingkup pertemanan yang kecil, beda banget sama aku. Tetapi apakah itu membuat dia clingy? Sama sekali enggak, Ben. Dia menghabiskan waktu di rumah buat kerja, nyuapin kamu makan, main sama kamu, video call sama aku, baca buku, dll. Dia tidak bosan padahal dia tidak punya hobi. Gimana? Kamu sudah bisa merasakan uniknya Mama?

Mama orang paling santai. Di saat orang merasa gelisah dengan berbagai macam alasan, dia selalu santai menghadapi apa yang terjadi di hidupnya. Dia selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap hidup yang dia jalani, selalu percaya bahwa Tuhan menjaga dia dan keluarganya.

Terakhir, Mama kamu pintar sekali. Aku yakin kepintaranmu sekarang menurun dari Mama. Dia bekerja dengan sangat baik di kantor, kuliah pun sampai S2. Sedang aku, semester pertama cuma dapat IPK 1 koma.

Ben, Mama selalu merasa cukup sama kita. Ada kamu di rumah membuat keluarga kita semakin penuh warna. Semoga besar nanti kamu ingat betapa kita menghabiskan waktu yang sangat menyenangkan bersama-sama. Aku berdoa keluarga kita selalu penuh dengan pengendalian diri, syukur, dan sukacita.

Mama kamu manusia langka. Ayo kita jaga sama-sama, Ben.

Tinggalkan komentar